Monday, October 14, 2019

DAMPAK PENGGUNAAN ZAT ADIKTIF BAGI KESEHATAN

Dampak kesehatan akibat penggunaan zat adiktif dan psikotropika.
1.        Mengurangi kemampuan darah dalam menyimpan oksigen karena zat         ini mengandung racun yang berbahaya.
2.        Mengakibatkan kanker.
3.        Menyebabkan kesulitan dalam bernapas.
4.        Penurunan daya ingat.
5.        kerusakan hati/kanker hati.
6.        menimbulkan rasa kesibukan (rushing sensation).
7.        Menimbulkan semangat.
8.        Merasa waktu berjalan lambat.
9.        Pusing,kehilangan keseimbangan tubuh/ mabuk.
10.    Timbul masalah kulit di sekitar mulut dan hidung.
11.    Menimbulkan euphoria.
12.    Mual,muntah,sulit buang air besar.
13.    Kebingungan (konfusi).
14.    Berkeringat.
15.    Pingsan dan jantung berdebar-debar.
16.    Gelisah dan berubah suasana hati.
17.    Denyut nadi melambat.
18.    Tekana darah menurun.
19.    Otot-otot menjadi lemah.
20.    Pupil mengecil dan gangguan penglihatan.
21.    Mengurangi bahkan menghilangkan kepercayaan diri.
22.    Banyak bicara.
23.    Gangguan kebiasaan tidur..
24.    Gigi rapuh,gusi menyusut karena kekurangan kalsium.
25.    Tekanan darah meningkat.

JENIS - JENIS ZAT ADIKTIF

Berikut jenis-jenis zat adiktif :
  1. Inhalasin
Kategori pertama zat adiktif yang berbahaya untuk dikonsumsi adalah adalah inhalasin. Inhalasin banyak kita temui di sekitar kita, tentu zat ini tidak boleh dikonsumsi karena mengandung zat kimia yang berbahaya bagi tubuh. Mendengar kata inhalasin tentu asing bagi telinga kita secara garis besar zat inhalasin memliki ciri-ciri mudah menguap jika terkena udara sekitar. Penggunaan inhalasin sendiri biasa digunakan untuk spray atau semprotan yang memeliki sifat larutan mudah menguap contoh seperti cat semprot, hairspay dan parfum. Selain digunakan sebagai media penyemprotan inhalasin juga digunakan pada pembuatan lem.
  1. Nikotin
Zat adiktif yang banyak dimanfaatkan dan digunakan oleh masyarakat. Nikotin merupakan zat adiktif yang dikategori boleh dikonsumsi. Nama nikotin sendiri tidak asing bagi masyarakat tentu nama ini sangat familiar mengigat nikotin banyak digunakan oleh masyarakat. Salah satu penggunaan nikotin adalah rokok, tentu rokok merupakan produk yang banyak kita temui di manapun. Meskipun zat ini aman untuk dikonsumsi tetapi zat ini menyebabkan kecanduan serta efek negatif bagi tubuh jika digunakan secara berlebihan.
  1. Kafein
Satu lagi zat adiktif yang banyak kita temukan dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas adalah kafein. Kafein sendiri merupakan zat adiktif yang memliki efek tidak bisa tidur bagi yang menggunakan. Mendengar kata kafein tentu ini merupakan komposisi dari kopi. Kopi memang memiliki kelezatan dan kenikmatan sendiri tidak heran sebagian orang menikmati rasa yang satu ini. Walaupun begitu penggunaan kafein secara berlebihan pasti berdampak buruk bagi kesehatan akibat kelelahan karena kurang tidur mengigat keren memberi efek samping sulit tidur.
  1. Narkoba
Sudah tidak asing lagi zat adiktif yang satu ini. Memliki tingkat kecanduan yang berbahaya serta efek negatif bagi tubuh jika digunakan oleh sembarang orang. Penggunaan narkoba sendiri biasa dimanfaatkan dalam bidang kedokteran. Namun sebagian orang memanfaatkan narkoba sebagai pemuasan diri mengingat bahwa efek dari narkoba akan mengakibatkan pikiran tenang bagi sebagian orang. Padahal narkoba memliki banyak efek negatif yang berbahaya bagi tubuh pengguna.


PENGEMULSI

ZAT PENGEMULSI 


Jenis-jenis emulsifier             
Secara umum Emulsifier dibedakan menjadi dua, yaitu 1) Emulsifier Alami dan 2) Emulsifier Buatan.
1.   Emulsifier Alami
Pengemulsi alami dibuat dari bahan-bahan yang berasal dari alam, misalnya :
•        Telur (Kuning Telur dan Putih Telur)
•        Gelatin
•        Kedelai
•        Tepung Kanji
•        Susu Bubuk

Hasil gambar untuk TEPUNG KANJI

2.   Emulsifier Buatan
Di samping Emulsifier alami,  telah  dibuat emulsifier buatan yang terdiri dari monogliserida, misalnya gliseril monostearat. Radikal asam stearat merupakan gugus nonpolar, sedangkan bagian sisa dari molekul, terutama dua gugus hidroksil dan gliserol, merupakan gugus yang polar. 

Contoh lain emulsifier buatan yaitu ester dari asam lemak sorbitan yang dikenal sebagai SPANS yang dapat membentuk emulsi air dalam minyak, dan ester dari polioksietilena sorbitan dengan asam lemak yang di kenal sebagai TWEEN yang dapat membentuk emulsi minyak dari air. 
Hasil gambar untuk GAMBAR  Emulsifier Buatan

Pada kue yang kita kenal, penggunaan SPANS membentuk serta memperbaiki tekstur dan volume, sedang TWEEN membantu mengurangi atau mencegah kekeringan, sehingga kue tetap lunak.  Jenis emulsifier lain seperti gliseril laktopalmitat, merupakan emulsifier yang banyak di gunakan dalam pembuatan cakes mixes: CMC (carboxyl methyl cellulose) banyak digunakan sebagai stabilizer dalam pembuatan salad dressing.

PENGENTAL

Bahan pengental adalah bahan yang dapat meningkatkan kekentalan dari suatu cairan tanpa mengubah sifat-sifat cairan tersebut. Bahan pengental makanan umumnya dipakai untuk mengentalkan saus, sop, dan puding tanpa mengubah rasanya. Meskipun demikian, bahan pengental juga dikenal digunakan pada cat, tinta, bahan peledak dan kosmetika.
Bahan pengental dapat meningkatkan suspensi bahan-bahan lainnya atau emulsi untuk meningkatkan kestabilan suatu produk. Bahan pengental biasanya diatur sebagai bahan tambahan pangan dan bahan kosmetika dan perawatan pribadi. Beberapa bahan pengental adalah bahan yang dapat membentuk gel, arut dalam fase cair sebagai campuran koloid yang membentuk struktur internal yang tidak terlalu kohesif. Lainnya lagi bertindak sebagai bahan tambahan tiksotropika mekanis dengan partikel-partikel terpencar yang menempel atau saling mengunci untuk menahan regangan.
Bahan pengental juga dapat digunakan dalam keadaan medis, seperti disfagia yang mengakibatkan kesulitan menelan makanan. Cairan yang dikentalkan memainkan peranan penting dalam menurunkan risiko pernafasan pasien disfagia.

PEMBERI AROMA

PEMBERI AROMA
Pemberi aroma adalah zat yang memberikan aroma tertentu pada makanan atau minuman.

  • Pemberi aroma dibagi menjadi dua, berdasarkan asal zat penyusunnya, yaitu:
  • Pemberi aroma alami
  • Pemberi aroma alami yang terbuat dari bahan alami seperti tumbuhan dan rempah-rempah.
  • Contohnya minyak atsiri dan vanili
  • Pemberi aroma buatan
  • Pemberi aroma buatan yang terbuat dari zat kimia yang diizinkan.
  • Contohnya
BahanAromaBahanAroma
Amil asetatPisang ambonVanilinVanili
Amil kaproatApelMetil antranilatAnggur
NanasEtil butirat


PENYEDAP

Zat penyedap rasa
kita dapat membedakan, zat penyedap rasa:
a   a)    Zat penyedap cita rasa yang berasal dari alam, misalnya: daun pandan, daun salam, daun jeruk untuk pewangi. Potongan-potongan tulang untuk rasa daging. Sari buah memiliki rasa buah.

b) Zat penyedap cita rasa yang berasal dari hasil sintesis:
 (a) Oktil asetat, makanan akan terasa dan beraroma seperti buah jeruk jika dicampur dengan zat penyedap ini
 (b) Etil butirat, akan memberikan rasa dan aroma seperti buah nanas pada makanan
 (c) Amil asetat, akan memberikan rasa dan aroma seperti buah pisang;
(d) Amil valerat, jika makanan diberi zat penyedap ini maka akan terasa dan beraroma seperti buah apel.

Penyedap sintetik yang sangat populer di masyarakat adalah vetsin atau MSG (mononatrium glutamat). Di pasaran, senyawa tersebut dikenal dengan beragam merek dagang, misalnya Ajinomoto, Miwon, Sasa, Royco, Maggi, dan lain sebagainya. MSG merupakan garam natrium dari asam glutamat yang secara alami terdapat dalam protein nabati maupun hewani. Daging, susu, ikan, dan kacangkacangan mengandung sekitar 20% asam glutamat. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila kita mengkonsumsi makanan yang mengandung asam glutamat akan terasa lezat dan gurih meski tanpa bumbu-bumbu lain. Keunikan dari MSG adalah bahwa meskipun tidak mempunyai cita rasa, tetapi dapat membangkitkan cita rasa komponen-komponen lain yang terkandung dalam bahan makanan. Sifat yang semacam itu disebut dengan taste enhancer (penegas rasa).

Suatu zat aditif dapat saja memiliki lebih dari satu fungsi. Seringkali suatu zat aditif, khususnya yang bersifat alami memiliki lebih dari satu fungsi. Contohnya, gula alami biasa dipakai sebagai zat aditif pada pembuatan daging dendeng. Gula alami tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pemanis, tetapi juga berfungsi sebagai pengawet. Contoh lain adalah daun pandan yang dapat berfungsi sebagai pemberi warna pada makanan sekaligus memberikan rasa dan aroma khas pada makanan.

PENGAWET

Bahan Pengawet

Makanan yang kita temui di pasaran kebanyakan tidak mempunyai tingkat keawetan yang cukup baik, karena diakibatkan oleh bakteri dan juga jamur yang akan merubahnya menjadi makanan basi. Oleh karena itu diperlukan solusi guna membuat makanan menjadi lebih awet dan mempunyai daya tahan yang cukup lama. Proses pengawetan dilakukan hanya berdasarkan pada suatu prinsip untuk memerangi mikroorganisme-mikroorganisme yang menyebabkan pembusukan, sehingga mikroorganisme bisa dicegah proses pertumbuhan dan perkembangannya. 
Seiring dengan berjalannya waktu dan adanya suatu perkembangan pada ilmu pengetahuan, maka bisa ditemukan bermacam-macam cara untuk melakukan pengawetan bahan makanan, yakni sebagai berikut :
  • Pengeringan
Proses pengeringan bisa dilakukan melalui suatu cara yakni pada proses penjemuran atau pun pada proses pemanasan sehingga kadar air yang terkandung dalam makanan akan hilang. Misalnya pada makanan seperti dendeng dan juga ikan kering dilakukan proses pengeringan.
  • Pendinginan Atau Pembekuan
Proses pembekuan akan mengakibatkan kadar air yang ada menjadi membeku sehingga macam-macam bakteri yang ada tidak bisa melakukan perkembangan dan pertumbuhan. Selain itu bisa digunakan untuk menghambat suatu proses metabolisme pada suatu bakteri. Misalnya seperti halnya pada bahan makanan daging dan juga ikan beku.

HIPERTENSI DAN HIPOTENSI

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi saat tekanan darah berada pada nilai 130/80 mmHg atau lebih. Kondisi ini dapat menjadi ...